Pencari Karir Pencari Kandidat

5 Jurus Membuat CV Tanpa Pengalaman untuk Fresh Graduate

08 Juni 2021 02:06 728 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 16 KALI DIBAGIKAN

Pengalaman kerja jadi salah satu poin penting yang dilihat oleh perekrut dalam sebuah CV. Sering kita temui lowongan pekerjaan dengan kualifikasi pengalaman kerja dalam periode waktu tertentu. Namun, hal ini bikin para lulusan baru merasa nggak percaya diri bahkan mundur sebelum coba melamar.

 

Buat para lulusan baru, sebenarnya pengalaman yang dimaksud bukan cuma soal pekerjaan secara profesional di bidang tertentu. Melainkan juga pengalaman organisasi, kepanitiaan, berkomunitas, sampai kegiatan volunteer.

 

Semua itu bisa kamu cantumkan dalam CV untuk menunjukkan kalau kamu juga punya pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Untuk lebih jelasnya, berikut 5 cara menyusun CV tanpa pengalaman kerja yang fresh graduate harus tau.

 

1. Masukkan pengalaman organisasi/volunteer

Nggak perlu minder sebagai lulusan baru yang belum punya pengalaman kerja. Kamu bisa cantumkan pengalaman organisasi/kepanitiaan/volunteer yang relevan dengan posisi kerja yang kamu lamar.

 

Pengalaman organisasi/komunitas yang kamu ikuti membuktikan kamu punya basic kerja sama & mampu bekerja dalam tim, karena soft skill itulah yang juga dibutuhkan perusahaan pada umumnya.

 

Atau masukkan pengalaman magang yang pernah kamu ikuti di masa perkuliahan/sekolah. Setidaknya rekruter melihat kamu punya dasar pengetahuan terkait tugas dan tanggung jawab posisi tertentu.

 

2. Lengkapi informasi pendidikan

Informasi pendidikan jadi elemen yang nggak boleh ketinggalan dimasukkan ke dalam CV. Karena kamu belum punya pengalaman kerja, latar belakang pendidikan jadi aspek yang memperlihatkan kesesuaian kamu dengan posisi kerja yang ditawarkan perusahaan.

 

Tapi ingat ya, nggak perlu kamu masukkan pendidikanmu dari taman kanak-kanak, cukup sematkan 2 pendidikan terakhir yang kamu tempuh. Tulis nama instansi pendidikan, jurusan, tahun lulus, dan IPK kalau kamu menempuh jenjang perguruan tinggi. 

 

3. Masukkan skill dan prestasi yang relefan

Nggak ketinggalan isi juga CV-mu dengan skill dan prestasi yang masih relevan dengan posisi kerja yang kamu lamar. Ingat ya, jangan berbohong perihal skill ini, tulis dengan jujur, keterampilan apa yang kamu bisa dan kekuatan apa yang menonjol dari diri kamu.

 

Prestasi semasa mengenyam pendidikan juga bisa kamu tambahkan asalkan masih berhubungan dengan bidang kerja yang kamu tuju.

 

Misalnya kamu melamar untuk posisi yang berkaitan dengan kepenulisan, kalau kamu pernah memenangkan kompetisi karya tulis ilmiah, puisi, atau menulis cerpen, kamu bisa menambahkannya ke dalam CV.

 

4. Deskripsi diri yang menarik

Meskipun kamu belum punya pengalaman kerja yang bisa ditambahkan dalam CV, kamu masih bisa menarik perhatian HRD lewat deskripsi diri. Bagian deskripsi diri ini jadi salah satu kolom spesial dan kesempatanmu untuk bersinar.

 

Berikan kalimat singkat yang menunjukkan ketertarikanmu pada bidang kerja/industri yang mau kamu lamar. Contohnya: 

 

“Fresh graduate yang punya passion tinggi di bidang (tulis spesialisasimu), tanggung jawab yang tinggi, kemampuan adaptasi yang baik, serta kemauan untuk belajar dan mengembangkan diri”.

 

Beri deskripsi yang kuat meskipun singkat, karena bagian ini akan menjadi kesan awal yang dilihat oleh rekruter.

 

5. Perhatikan penggunaan font dan typo

Nah, yang terakhir ini seringkali dilupakan, padahal font dan typo bisa mempengaruhi ketertarikan rekruter terhadap CV-mu, lho.

 

Pemilihan font yang sederhana dan mudah dibaca harus diperhatikan. Pasalnya rekruter pasti nggak punya waktu banyak membaca CV-mu diantara banyaknya CV lain yang masuk.

 

Jadi, pastikan kamu membuat CV yang jelas dan singkat dengan font yang mudah dibaca. Nggak perlu dekorasi yang ramai sampai poin utama CV-mu jadi tenggelam. Hindari juga typo dengan teliti membaca ulang CV sebelum dikirim.

 

Gimana, sudah siap mengirim CV ke perusahaan impianmu? Temukan informasi lowongan kerja terupdate dan rencanakan karir hebatmu di TopKarir. Download aplikasinya gratis di App Store dan Play Store.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Rumus Excel yang Sering Digunakan Dalam Dunia Kerja, Wajib Catat Nih!

Rumus Excel yang Sering Digunakan Dalam Dunia Kerja, Wajib Catat Nih!

Buat para pelajar atau pekerja kantoran, pasti sudah nggak asing lagi dengan software satu ini, yap Microsoft Excel.   Excel merupakan aplikasi yang berguna untuk mengolah data secara otomatis, baik data berupa perhitungan dasar (tambah, kurang, bagi, kali) maupun penggunaan fungsi yang lebih kompleks.   Software pengolah angka terbaik buatan Microsoft ini terbukti mampu memudahkan penggunaannya menyelesaikan berbagai tugas.   Seperti membuat, mengedit, mengurutkan, menganalisis, meringkas data, melakukan perhitungan aritmatika dan statistika, membantu mengelola soal-soal logika dan matematika, sampai membuat bermacam grafik dan diagram.   Dalam mempelajari Microsoft Excel kamu harus memahami rumus Excel yang sering digunakan untuk memudahkan proses penghitungan dan pengolahan data.   Untuk membantu kamu belajar ada beberapa rumus Excel yang sering digunakan di dunia kerja yang dirangkum oleh Dafunda, pelajari dan catat 14 rumusnya satu persatu yuk!   1. IF Fungsi rumus Excel IF adalah mengambil salah satu dari dua nilai berdasarkan suatu kondisi.   Rumus IF IF(logical_test,[value_if_true],[value_if_false])   Contoh IF =IF(2<3,"Benar","Salah") > "Benar" =IF(2>3,"Benar","Salah") > "Salah"   2. SUM Fungsi rumus Excel SUM adalah menjumlahkan sekumpulan angka.   Rumus SUM Sum(number1,[number2],..]   Contoh SUM =sum(2,3,5,6,11) > 28 =sum(a1,a2)   3. Count Fungsi rumus Excel Count adalah menghitung jumlah cell yang berisi angka.   Rumus Count count(value1,[value2],..]   Contoh Count =count(a1:a10)   4. CountA Fungsi rumus Excel CountA adalah menghitung jumlah cell yang ada datanya.   Rumus CountA counta(value1,[value2],..]   Contoh CountA =counta(a1:a10)   5. CountIF Fungsi rumus Excel CountIF adalah menghitung jumlah cell pada suatu range yang punya satu kriteria tertentu.   Rumus CountIF countif(range,criteria)   Contoh CountIF =countif(a1:a10,"A")   6. SumIF Fungsi rumus Excel SumIF adalah menjumlahkan suatu item di tabel yang cocok dengan kondisi tertentu.   Rumus SumIF sumif(range,criteria,[sum_range])   Contoh SumIF =sumif(a1:a6,"Tempe",B1:B6)   7. Match Fungsi rumus Excel Match adalah menunjukkan posisi relatif suatu item di tabel yang cocok dengan kondisi atau kriteria tertentu. Misalnya, kita ingin mencari apakah di sebuah tabel ada nama orang tertentu.   Rumus Match match(lookup_value,lookup_array,[match_type])   Contoh Match =match("Jojon",A1:A20,0)   8. VLookUp Fungsi rumus Excel VLookUp adalah mencari suatu item di kolom, di tabel, dan mengambil nilai yang ada di kolom lain pada tabel tersebut. Misalnya, kita ingin mencari tahu kapan ulang tahun atau jumlah anak karyawan tertentu.   Rumus VLookUp vlookup(lookup_value,lookup_array,[match_type])   Contoh VLookUp =vlookup("Jojon",A1:C11,3,0)   9. SumIfs Fungsi rumus Excel SumIfs adalah mencari suatu item di kolom, di tabel, dan mengambil nilai yang ada di kolom lain pada tabel tersebut. Misalnya kita ingin mencari tahu kapan ulang tahun atau jumlah anak karyawan tertentu.   Rumus SumIfs sumifs(sum_range,criteria_range1,criteria1,criteria_range2,criteria2,...)   Contoh SumIfs =sumifs(d1:d10,a1:a10,'Jojon",E1:E10,"Februari")   10. Round Fungsi rumus Excel Round adalah membulatkan angka ke angka desimal sesuai yang kamu inginkan.   Rumus Round round(number,num_digit)   Contoh Round =round(12:3456789,2)   11. Trim Fungsi rumus Excel Trim adalah membenarkan teks dengan cara menghapus spasi yang terlalu banyak.   Rumus Trim trim(text)   Contoh Trim =trim("Ini adalah rumus excel yang mudah dipelajari ")   12. Proper Fungsi rumus Excel Proper adalah mengubah teks ke bentuk proper case (huruf pertama jadi huruf besar).   Rumus Proper Proper(text)   Contoh Proper =proper("ini aDalah rumUS eXcel yang mudah diPelajari") > Ini Adalah Rumus Excel Yang Mudah Dipelajari   13. Upper Fungsi rumus Excel Upper adalah mengubah teks ke bentuk upper case (huruf besar semua)   Rumus Upper Upper(text)   Contoh Upper =upper("ini adalah rumus excel sederhana di dunia kerja") > INI ADALAH RUMUS EXCEL SEDERHANA DI DUNIA KERJA   14. Lower Fungsi rumus Excel Lower adalah untuk mengubah teks ke bentuk lower case (huruf kecil semua).   Rumus Lower lower(text)   Contoh Lower =lower("Jangan Lupa mencuci Tangan") > jangan lupa mencuci tangan   Itulah beberapa rumus excel yang sering digunakan di dunia kerja maupun pelajar/mahasiswa.   Keterampilan mengoperasikan Microsoft Excel sangat dibutuhkan hampir di semua bidang pekerjaan, karena itu penting bagi kamu untuk mempelajarinya. Kamu bisa mulai belajar Microsoft Office Excel Perkantoran dengan mudah di pelatihan TopEdu.   Temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar