Pencari Karir Pencari Kandidat

5 Tips Sukses Berkarir sebagai Staf Admin

10 Juni 2021 05:06 6466 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

Seorang staf administrasi memiliki peranan yang penting dalam sebuah perusahaan. Keberadaanya sangat dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional.

 

Meski seringkali dianggap sebelah mata karena jobdesk-nya yang terkesan tidak menantang dan monoton, menjadi seorang staf admin juga perlu skill dan dedikasi yang tinggi lho.

 

Staf admin dipahami sebagai sebuah profesi yang bertugas mengorganisir dan memastikan kegiatan yang sifatnya administratif atau ketatausahaan perusahaan berjalan dengan baik dan lancar.

 

Staf admin akan berkutik dengan kegiatan surat menyurat, pencatatan, menyusun dan memasukkan data, pembukuan, mengatur agenda, menelepon dan hal-hal lain yang sifatnya teknis demi mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

 

Perusahaan sangat membutuhkan posisi staf admin, karenanya pekerjaan ini sangat potensial untuk kamu khususnya yang suka dengan ketelitian dan manajemen yang baik. Berikut 5 tips sukses berkarir sebagai seorang staf administrasi, yuk disimak!

 

Merancang skala prioritas

Menjadi staf admin, kamu akan sering dihadapkan dengan lembaran dokumen yang perlu disusun, input berbagai jenis data, menelpon dari satu nomor ke nomor lain, dan tugas-tugas lainnya bisa bikin kamu keteteran bahkan nggak kepegang.

 

Untuk menyiasatinya, kamu perlu menyusun rencana kerja harian berdasarkan skala prioritas. Rencanakan pekerjaan dari yang paling penting dan mendesak, dengan begitu kamu bisa fokus menyelesaikan tanggung jawab utama kamu dan menghindari kegiatan yang mengganggu efektivitas waktu kerja.

 

Belajar manajemen waktu yang baik

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, ketika sudah menyusun skala prioritas dan merencanakan tugas harian / to-do-list kamu akan lebih mudah mengatur waktu kerja.

 

Jangan lupakan waktu istirahatmu, gunakan dengan maksimal untuk makan, atau sekedar duduk santai bersama karyawan lainnya.

 

Manajemen waktu yang baik harus kamu terapkan setiap hari, termasuk saat di luar jam kerja, seperti waktu tidur yang cukup akan membantu fokus kerjamu menjadi lebih maksimal.

 

Responsif dan komunikatif

Sebagai staff administrasi, di kantor kamu akan berinteraksi dengan banyak orang, baik dari level karyawan sampai atasan dari berbagai divisi.

 

Untuk berkoordinasi dengan banyak orang membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik dan efektif agar pekerjaan semakin jelas dan terarah.

 

Di beberapa posisi seperti staff customer service atau staff asuransi, kamu juga dituntut responsif dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik.

 

Kontrol emosi yang baik

Staf admin juga bekerja sesuai permintaan dari divisi lain di sebuah perusahaan dan juga customer. Seringkali staf admin dimintai berbagai jenis dokumen yang dibutuhkan karyawan lain, sebagai admin sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memberi detail dokumen yang diminta.

 

Belum lagi berhadapan customer atau melayani vendor perusahaan dengan karakter dan masalah yang berbeda-beda.Karena itu dibutuhkan manajemen emosi yang baik, sifat sabar dan tenang menjadi salah satu kunci sukses sebagai seorang staf admin.

 

Ketenangan dalam bekerja akan meminimalisir resiko kesalahan administrasi, meningkatkan fokus dan konsentrasi serta mengasah ketelitian. 

 

Bersifat profesional

Kamu nggak selalu ada dalam pengawasan penuh ketika bekerja di kantor, kamu tetap harus bekerja dengan profesional ketika menjadi staf admin.

 

Agar bisa fokus dan maksimal dalam bekerja, pisahkan urusan pribadi dan urusan pekerjaan. Hal ini akan sangat membantu menyelesaikan berbagai tugasmu dengan lebih efektif dan efisien.

 

Itu tadi 5 tips sukses buat kamu yang mau menjadi seorang staf admin. Yuk baca tips-tips dan info seputar karir lainnya di aplikasi TopKarir. Tingkatkan juga pengetahuan dan skill kerjamu dengan pelatihan online di TopEdu.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Saatnya #MulaiLagi, Ini Tips Sukses Wawancara Kerja Usai Terkena PHK

Saatnya #MulaiLagi, Ini Tips Sukses Wawancara Kerja Usai Terkena PHK

Pandemi covid-19 memakan banyak korban PHK, perusahaan yang tidak bisa mempertahankan cashflow, terpaksa harus mengurangi jumlah karyawannya. Sebagai pekerja yang terkena PHK, tentu kondisi ini sangat memberatkan, apalagi untuk mereka yang mengandalkan penghasilannya hanya dari satu pekerjaan.   Buat kamu yang terkena PHK, kesempatan untuk kembali bangkit berkarir masih terbuka lebar, terlebih di era new normal. Sudah banyak perusahaan yang membuka program rekrutmen. Saatnya mempersiapkan diri untuk berjuang di tengah persaingan kerja yang lebih ketat. Termasuk mempersiapkan proses wawancara ketika lolos seleksi berkas. Meski sudah punya pengalaman profesional, bukan berarti tahap wawancara dilakukan tanpa persiapan. Kamu harus melatih mental untuk menceritakan kondisi dan tantangan yang kamu lalui usai terkena PHK.   Untuk membantu kamu melewati tahap interview dengan lancar, TopKarir bagi tips suksesnya di bawah ini.    Pastikan emosi kamu sudah stabil Menerima fakta kalau harus kehilangan pekerjaan yang selama ini dijalani memang bukan hal yang mudah. Karena itu, langkah pertama yang perlu kamu lakukan setelah di-PHK dan sebelum memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan adalah memastikan emosi kamu sudah stabil.   Menjalani tahap wawancara dengan kepala dingin dan hati yang tenang akan membuat kamu lebih lancar menjawab pertanyaan nantinya. Pastikan kamu sudah menenangkan diri sebelum memulai interview, atau bahkan sebelum memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan. Tegakkan kepalamu dan kembalilah dengan lebih percaya diri   Ceritakan alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya dengan jujur Saat sesi wawancara, biasanya pewawancara akan melihat jejak pekerjaan kita terlebih dulu dan bertanya apa alasan kamu berhenti dari pekerjaan terakhir. Nah, untuk pertanyaan ini kamu harus menjawab dengan jujur bahwa kamu di-PHK. Ceritakan secara singkat kalau kamu menjadi salah satu karyawan yang terkena dampak akibat krisis pandemi Covid-19.   Saat bercerita, jangan pernah menyinggung atau menjelekkan perusahaan lama tempatmu bekerja. Cukup jelaskan secara singkat, padat, diplomatis dan profesional. Kejujuran kamu bisa menjadi poin positif yang menguntungkan kamu pada sesi wawancara.   Ceritakan apa pelajaran yang membuatmu jadi lebih baik Setelah menceritakan dengan jujur apa yang membuatmu berhenti dari pekerjaan sebelumnya, selanjutnya jelaskan apa saja yang kamu pelajari dari pengalaman di-PHK, usaha apa yang kamu lakukan untuk terus berkembang dan belajar dari kegagalan.   Jelaskan pada interviewer bahwa pengalaman tersebut berdampak positif dan menjadikan kamu pribadi yang lebih baik. Misalnya kamu jadi punya waktu untuk mengikuti pelatihan online demi menambah skill dan kompetensi yang dimiliki. Selanjutnya, ceritakan kelebihan yang kamu miliki dalam berkarir.   Tunjukkan keunggulanmu dan yakinkan kalau kamu kandidat yang tepat untuk dipilih Supaya wawancaramu bisa mendapat hasil yang baik, rangkum hal-hal yang menurutmu bisa meyakinkan pewawancara bahwa kamu pantas dan berkompeten untuk menduduki posisi yang ditawarkan. Tunjukkan ketertarikanmu pada perusahaan, produk dan posisi kerja yang kamu lamar.   Perlihatkan attitude yang positif dan berikan kesan yang baik bahkan setelah sesi wawancara berakhir dengan mengucapkan terima kasih melalui email atas kesempatan wawancara yang sudah diberikan.   Itu tadi beberapa tips melakukan wawancara kerja selepas di-PHK. Menambah skill dan keterampilan menjadi sebuah keharusan untuk bisa menembus ketatnya persaingan kerja di era New Normal. Dengan memanfaatkan platform digital kita sudah bisa belajar dan mengikuti beragam pelatihan, seperti di TopEdu. Kamu bisa menemukan materi pelatihan bersertifikasi yang disampaikan langsung oleh tutor-tutor profesional dan berpengalaman. Sertifikat yang kamu dapat akan langsung terkoneksi dengan CV kamu di akun TopKarir, jadi daya tarik lebih di mata perusahaan. Yuk, mulai pelatihanmu di TopEdu sekarang!  
Komentar